Tampilkan postingan dengan label Kematian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kematian. Tampilkan semua postingan

Presiden Pimpin Pemakaman Ainun Habibie

JAKARTA--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi inspektur upacara pemakaman istri presiden ketiga Hasri Ainun Besari Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Selasa (25/5). Upacara dimulai pukul 11.20 WIB.

Jenazah dibawa oleh pasukan TNI. Tepat di belakang keranda terdapat Presiden Yudhoyono. Mengikuti di belakang, Presiden ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie yang digandeng oleh dua cucu perempuannya serta Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Habibie yang mengenakan batik cokelat masih menyempatkan mencium jenazah istrinya yang berada di peti dan memasukkan segumpal tanah ke dalam peti jenazah. Habibie tampak sangat sedih atas kepergian istrinya. Tiada hentinya Habibie lemas dan sedih sekali tampangnya dan beberapa kali dipapah.

Dalam sambutannya, Presiden menyatakan rasa duka yang amat mendalam atas wafatnya Ainun Habibie. "Dengan penuh rasa duka yang amat dalam, pada hari ini, kita semua, seluruh rakyat Indonesia, berkabung atas wafatnya Ibu dr Hajjah Hasri Ainun Habibie," ujar Presiden dalam sambutannya.

Presiden menyatakan Indonesia kehilangan salah seorang tokoh wanita Indonesia terbaik, seorang Ibu Negara yang penuh kasih, pejuang kemanusiaan yang tulus, serta ibu dari sebuah keluarga panutan. "Kita hadir di tempat ini di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, untuk memberikan penghormatan terakhir melalui upacara kenegaraan. Upacara ini kita selenggarakan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan dari negara dan pemerintah atas jasa, darma bakti, serta pengabdian almarhumah kepada negara dan bangsa," ungkap Presiden.

Presiden mengatakan beliau telah mendampingi Presiden ketiga Bacharuddin Jusuf Habibie dalam menunaikan tugas kenegaraan yang sangat berat. Dengan penuh kesetiaan dan kepercayaan, almarhumah senantiasa mendampingi Presiden Habibie melewati hari-hari yang tidak mudah dalam salah satu periode sejarah yang sangat menentukan, yakni ketika negara diguncang krisis 1998-1999, berbarengan dengan mulai dilaksanakannya reformasi nasional yang dramatis.

"Dalam suka dan duka, beliau selalu tegar menjalankan tugas sebagai Ibu Negara bagi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai," tukas Presiden. Sepanjang hidupnya, almarhumah telah menunjukkan darma bakti terbaiknya dengan penuh ketulusan.

Hingga akhir hayatnya, Ibu Ainun Habibie adalah Ketua Umum Perhimpunan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia (PPMTI) dan Pengurus Yayasan Amal Abadi Beasiswa Orang Tua Bimbing Terpadu (YAAB-ORBIT). Dedikasi yang tak berkesudahan kepada nilai-nilai kemanusiaan menjadi bukti nyata keteladanan almarhumah. "Berkat pengabdian dan jasa-jasa beliau yang luhur dan mulia, pemerintah menganugerahi beliau dengan Bintang Republik Indonesia Adipradana dan Bintang Mahaputra Adipurna," tukasnya.

"Pengabdian beliau kepada nilai-nilai kemanusiaan akan senantiasa tinggal bersama kita. Marilah kita lanjutkan cita-cita almarhumah, dengan tindakan nyata dalam berbagai aksi kemanusiaan yang bersifat universal, untuk kehidupan yang lebih baik di dunia," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhumah. Semoga keikhlasan almarhumah dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara dengan segala amal ibadahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Dan mantan Presiden BJ Habibie beserta seluruh keluarga senantiasa diberikan ketabahan dan kesabaran untuk menerima kepergian almarhumah dengan tabah, ikhlas, dan tawakal.

"Akhirnya, dengan rasa belasungkawa yang amat dalam, marilah kita lepas kepergian Almarhumah menghadap Sang Khaliq, Allah SWT dengan tenang," tuturnya. "Selamat jalan Ibu Negara yang penuh kasih. Semoga Ibu berada dengan tenang di sisi Allah SWT."

Mewakili pihak keluarga, adik dari BJ Habibie, Fani Habibie menyatakan terima kasih dan perhatian dari pemerintah, mulai selama almarhum dalam perawatan di Jerman hingga pemakaman. Mantan Presiden Habibie, kata Fani, tidak sekejap pun meninggalkan sisi sang istri tercinta, baik di rumah sakit, kereta jenazah, pesawat, hingga pemakamannya. "Almarhum wafat dengan tenang dan damai didampingi BJ Habibie yang tidak pernah tinggalkan sisinya," tukas Fani. (Rin/OL-04)

57 Makam Kuno Mesir Ditemukan

Sebuah mumi dari kuburan di Mesir yang diduga telah berumur 2.600 tahun

VIVAnews - Sebanyak 57 makam kuno Mesir ditemukan. Sebagian besar berupa peti mayat dari kayu berhias corak dengan mumi di dalamnya.

Seperti diberitakan Associated Press (AP) edisi Minggu 23 Mei 2010, penemuan ini memberi pengetahuan baru khazanah kepercayaan kuno Mesir.

Penemuan arkeolog itu disampaikan Dewan Tertinggi Barang Antik Mesir. Dewan menjelaskan, kuburan paling tua bertanggal sekitar 2750 tahun sebelum masehi.

Pada periode itu diperkirakan pada masa dinasti pertama dan kedua Mesir. Sebanyak 12 diantaranya diketahui merupakan makam penguasa dinasti ke-18 yang memerintah Mesir pada abad Kedua sebelum masehi.

Kepala Arkeologi Mesir Zahi Hawass mengatakan, mumi-mumi yang berasal dari dinasti ke-18 ditutupi dalam linen bertuliskan mantra dari Kitab Kematian. Mumi-mumi itu juga diberi gambar sosok dewa-dewa kuno Mesir.

Abdel Rahman El-Aydi, kepala misi penemuan arkeologi mengatakan hal serupa. Bahwa makam-makam itu dihiasi dengan teks religius. Menurut kepercayaan Mesir Kuno, teks itu akan membantu arwah agar tidak tersesat ke alam neraka.

Pada 31 kuburan bertanggal antara 2030-1840 sebelum masehi, arkeolog menemukan gambar dewa-dewa kuno Mesir yang berbeda. Dewa-dewa itu seperti Horus, Hathor, Khnum, dan Amun, sebagai hiasan.

Dewan juga mengatakan penemuan ini didapat dari penggalian di Lahoun, Fayoum. Lokasinya, berjarak sekitar 70 mil atau sekitar 100 kilometer sebelah selatan Kairo. Tahun lalu, sebanyak 53 makam batu dengan beragam tanggal masa-masa kuno juga ditemukan di wilayah itu. (jn)

Mama Lauren Meninggal

Berita duka kembali menyelimuti Indonesia. Peramal Laurentia Pasaribu, atau Mama Lauren telah meninggal dunia pada pukul 21.37 WIB malam ini.
Kabar tersebut dibenarkan oleh anak angkat Mama Lauren, Bebi Jenar kepada detikhot via ponselnya, Senin (17/5/2010) malam. Mama Lauren meninggal di Rumah Sakit PGI Cikini, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat.
“Iya benar, mama meninggal malam ini pukul 21.37 WIB,” kata Bebi.
Saat ini Mama Lauren sedang dibawa ke kediamannya di kawasan Kalimalang, Jakarta Timur. Rencananya peramal kondang itu akan dikebumikan Selasa (18/5/2010) esok. [detik]
 
Terima Kasih !